Dengan meningkatnya jumlah pengguna online, pelanggaran keamanan siber menjadi lebih umum dari sebelumnya. Pada tahun 2014, sekitar 110 Juta Orang Amerika menjadi korban peretas dan jumlahnya terus meningkat. Kini lebih penting dari sebelumnya untuk menganggap serius keamanan komputer. Tanpa mengambil tindakan pencegahan yang tepat, Anda berisiko mengalami kebocoran informasi pribadi dan privasi terganggu. Untuk memperingati Hari Keamanan Komputer Nasional, berikut enam tips sederhana untuk menjaga perangkat Anda tetap aman dan terlindungi.
Tips Penting Keamanan Siber dan Manajemen Domain
Keamanan siber yang kuat dimulai dengan kebiasaan baik. Dari melindungi perangkat dan akun Anda hingga mempraktikkan manajemen domain, langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko keamanan dan menjaga informasi pribadi Anda tetap aman secara online.
1. Tutup kamera perangkat Anda.
Jika orang suka James Comey dan Mark Zuckerberg lakukan ini, Anda mungkin juga harus melakukannya. Di zaman sekarang, lebih mudah dari sebelumnya bagi peretas untuk menginfeksi komputer Anda dengan program yang memungkinkan mereka mengakses kamera komputer Anda dari jarak jauh. Gagasan bahwa seseorang dapat melihat dan mendengar Anda tanpa sepengetahuan Anda sangat meresahkan, jadi berikan diri Anda ketenangan pikiran dan ambil tindakan pencegahan ini. Untuk menutupi kamera perangkat Anda, Anda hanya perlu selotip berwarna solid, catatan tempel, stiker, atau perekat apa pun yang mudah dilepas.
2. Jangan biarkan kata sandi Anda lemah dan rapuh-- buatlah kuat!
Bayangkan kata sandi Anda sebagai penjaga keamanan. Apakah Anda ingin penjaga yang lemah dan rapuh seperti "123456" menjadi satu-satunya garis pertahanan antara peretas dan informasi pribadi Anda? Tentu tidak! Anda menginginkan seseorang seperti "r60Vpw?VB2!Rwe Ue Ex3", penjaga yang berotot, kuat, dan bertenaga yang bisa membuat peretas terpental. Beberapa praktik terbaik untuk membuat kata sandi adalah:
- Gunakan campuran panjang angka, simbol, dan huruf kapital
- Hindari angka atau huruf berurutan
- Hindari informasi seperti nama Anda, tanggal lahir, atau informasi lain yang bisa ditebak
- Jangan pernah menggunakan kata apa pun yang bisa Anda temukan di kamus.
- Gunakan banyak kata sandi
- Selalu rahasiakan kata sandi Anda
3. Ketahui perbedaan antara HTTPS dan HTTP
Pastikan bahwa situs web tempat Anda memasukkan informasi pribadi aman dengan selalu memeriksa "S" tambahan di awal nama domain. "S" tambahan itu bisa menjadi perbedaan antara situs web yang membahayakan informasi Anda dan yang tepercaya. HTTPS adalah singkatan dari Hypertext Transfer Protocol Secure, yang berarti ada koneksi terenkripsi antara server web dan browser Anda. Ini berarti kata sandi dan informasi kartu kredit Anda akan tetap aman di situs web ini. Jika Anda memiliki situs web, pastikan untuk membeli Sertifikat SSL untuk meyakinkan pengunjung Anda bahwa situs web aman dan terjamin.
4. Kenali email yang mencurigakan.
Setelah Anda bisa mengenali tanda-tanda mencurigakan dari email yang menipu, Anda tidak akan pernah tertipu oleh penipuan apa pun. Selalu baca email dengan saksama dan periksa siapa pengirimnya sebelum mengklik tautan apa pun. Waspadai ciri-ciri umum email penipuan ini:
- Bahasa yang mendesak atau mengancam
- Tawaran uang mudah
- Tawaran untuk peluang investasi
- Tawaran solusi kesehatan atau diet
- Tautan ke situs web palsu
5. Pasang Perangkat Lunak Anti-Virus dan Anti-Malware
Tindakan pencegahan keamanan ini sangat mudah dan akan memberi Anda ketenangan pikiran saat menjelajah web. Dengan memperbarui perangkat lunak dan memindai komputer secara rutin, virus atau malware apa pun dapat dikenali dan dihilangkan sebelum merugikan Anda.
6. Waspadai koneksi nirkabel Anda.
Lindungi wifi rumah Anda dengan kata sandi dan berhati-hatilah saat menggunakan wifi publik. Jangan pernah menggunakan wifi publik untuk mengurus dokumen pribadi, membeli barang secara online, atau melakukan aktivitas online lain yang membahayakan informasi pribadi.
Jangan jadikan diri Anda target mudah bagi peretas—lakukan tindakan pencegahan ini dan edukasi orang lain untuk menjaga informasi pribadi mereka tetap aman.